Minggu, 12 Mei 2013

Posted by M.NURUL_MUTTAQIN On 19.48.00

Intel menunjukkan keseriusannya untuk bersaing di industri perangkat mobile. Produsen mikrochip ini memperkenalkan arsitektur prosesor mobile Atom terbaru yang diberi nama Silvermont untuk perangkat ponsel pintar dan tablet, Senin (6/4/2013).

Chief Product Officer Intel Dadi Perlmutter mengatakan, Silvermont didesain dalam spesifikasisystem-on-a-chip 22 nanometer (nm). Kinerja prosesor ini diklaim lebih cepat tiga kali lipat dan konsumsi dayanya lima kali lebih rendah dari prosesor mobile Atom Intel sebelumnya.

"Kami tidak hanya mengurangi daya secara signifikan, tapi dia juga datang dengan kinerja yang signifikan," kata Perlmutter seperti dikutip dari Reuters.

Desain prosesor di Silvermont menggabungkan teknologi transistor tri-gate 3-D yang pertama kali diperkenalkan Intel pada 2011. Teknologi ini memungkinkan Intel membuat prosesor dengan ukuran lebih kecil, namun performanya cepat dan konsumsi dayanya lebih rendah.

Intel pertama kali memperkenalkan prosesor mobile Atom untuk netbook pada 2008. Namun, tingkat adopsi Atom untuk perangkat ponsel pintar dan tablet sejauh ini masih sangat kecil. Sejauh ini, menurut Perlmutter, prosesor Atom mobile sudah dipakai 12 model ponsel.

Perusahaan ini memang mendominasi penjualan prosesor dalam industri komputer pribadi, tapi di ruang mobile, pasar prosesor didominasi oleh Qualcomm.

Qualcomm dan produsen prosesor mobile lain seperti Nvidia, merancang prosesor dengan arsitekturARM yang dikenal dengan lebih hemat daya. ARM jadi penantang kuat arsitektur x86 yang dirancang dan dipakai Intel.
Posted by M.NURUL_MUTTAQIN On 19.47.00

Proyek e-KTP di Indonesia adalah salah satu implementasi identitas elektronik terbesar di dunia. Menurut NXP Semiconductors, ada sekitar 172 juta chip yang dipasok untuk proyek ini. 

NXP, sebuah perusahaan yang bermarkas di Belanda, adalah salah satu perusahaan yang memasok teknologi untuk penerapan e-KTP di Tanah Air. 

Perusahaan itu tergabung bersama pemasok lain dan perusahaan dalam negeri dalam konsorsium Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI).

Seperti apa peranan NXP? Dalam keterangan tertulisnya, NXP menyebutkan telah menyediakan sistem mikrokontroler aman dan Secure Application Modules (SAM) tertanam serta pembaca Integrated Chips (IC). Teknologi yang disediakannya itu berperan dalam keamanan serta interoperabilitas sistem e-KTP. 

Phil Sealy, analis industri dari ABI Research menganggap konsorsium PNRI telah bekerja sesuai jadwal dalam menyelenggarakan proyek e-KTP tersebut. 

"Di masa yang akan datang, ABI Research berharap pemerintah Indonesia bisa lebih memperluas dan meningkatkan kemampuannya untuk merangkul warga negara dengan layanan-layanan e-government," kata Sealy. 

Ulrich Huewels, VP dan general manager, business line secure card solutions, NXP Semiconductors, mengatakan penerapan identitas elektronik seperti e-KTP bisa membawa manfaat bagi masyarakat. 

"Ini memiliki potensi untuk benar-benar memberikan perubahan dalam masyarakat dengan menyediakan kemudahan dan akses aman terhadap layanan-layanan publik bagi warga negara – contoh terbaiknya adalah kemampuan e-Voting yang dimungkinkan oleh kartu cerdas e-KTP Indonesia," kata Huewels.
Posted by M.NURUL_MUTTAQIN On 19.47.00

Adobe selama ini dikenal sebagai perusahaan yang mengembangkan softwareuntuk dunia kreatif, seperti Photoshop, Dreamweaver, dan juga Illustrator.

Namun, untuk ke depannya, perusahaan ini tidak mau hanya ingin dikenal sebagai perusahaan penghasil dan pengembang software saja. Mereka juga ingin dikenal sebagai penghasil produkhardware untuk dunia kreatif.

Hal tersebut Adobe wujudkan dengan cara meluncurkan dua buah produk yang dinamakan Project Mighty dan Napoleon.

Secara garis besar, kedua perangkat tersebut merupakan alat yang dapat digunakan untuk menggambar di perangkat mobile. Keduanya dapat dihubungkan ke perangkat mobile berkat dukungan jaringan Bluetooth. 

Perangkat mobile yang saat ini diketahui sudah mendukung kedua alat tersebut adalah iPad dan iPhone. 

Project Mighty merupakan produk stylus, semacam pena, yang dapat digunakan untuk menggambar di perangkat mobile

Dikutip dari Apple Insider, Rabu (8/5/2013), keunikan dari produk ini terletak pada kemampuan mendeteksi tekanan stylus (pressure-sensitive). Artinya, semakin kuat si pengguna menekan stylus ke layar perangkat, hasinya akan semakin tebal. Sebaliknya, apabila pengguna tidak terlalu kuat memberikan tekanan ke layar, hasilnya akan semakin tipis.  

Produk Project Mighty ini juga dilengkapi dengan sebuah tombol, yang apabila ditekan, akan memunculkan beberapa menu. Dari menu tersebut, pengguna dapat memilih warna yang diinginkan, jenis pensil, dan masih banyak lagi.

Sedangkan Napoleon merupakan alat pendamping Project Mighty. Produk ini berfungsi sebagai sebuah penggaris. Dengan mengombinasikan Project Mighty dan Napoleon, pengguna dapat dengan mudah membuat sebuah garis lurus. Pengguna juga dapat dengan mudah membuat kurva dengan alat ini.

Sayangnya, Adobe masih belum memberikan informasi mengenai kapan kedua perangkat tersebut akan dihadirkan. Harga dari keduanya pun masih dirahasiakan.
Posted by M.NURUL_MUTTAQIN On 19.46.00

Sebuah perusahaan jasa teknologi informasi Saluto menempatkan MacBook Pro buatan Apple sebagai komputer jinjing (laptop) dengan performa terbaik dalam menjalankan sistem operasi Windows.

Gelar terbaik untuk MacBook Pro 13 inci produksi pertengahan 2012, diberikan setelah dilakukan berbagai uji coba dan analisis oleh tim Saluto, pada April 2013.

Menurut Saluto, MacBook Pro mengungguli performa laptop Windows dari produsen mapan lain, seperti Dell, Lenovo, Acer, dan lainnya. Laptop-laptop ini kalah unggul dari laptop buatan Apple yang sebenarnya tidak didesain menjalankan Windows.

"Kami hanya membandingkan dengan PC (laptop) yang ada di pasaran … Kami percaya itu lebih mencerminkan realitas," demikian pernyataan Saluto, seperti dikutip dari CNet, Rabu (24/4/2013).

Uji coba dilakukan dengan meng-install sistem operasi Windows di laptop yang sejatinya menggunakan sistem operasi (Apple) MacOS X.

Perhitungan uji coba yang dilakukan Saluto meliputi kejadian crash per pekan, hang, blue screen,dan rata-rata waktu booting sebuah laptop. Dalam perhitungan Saluto, jika sebuah laptop mendapat nilai yang semakin kecil, berarti laptop tersebut terbilang jarang mengalami crash, hang dan blue screen jika dipasangkan sistem operasi Windows.

Meski demikian, Saluto mencatat kelemahan MacBook Pro yang dipasangkan Windows. Kelemahan itu terletak pada perangkat lunak driver untuk mengoptimalkan performa perangkat keras.

Dalam catatan Saluto, laptop terbaik di peringkat dua dan tiga untuk menjalankan Windows adalah Acer Aspire E1-571 dan Dell XPS13. Daftar lengkap hasil uji coba Saluto dapat dilihat dari tabel di bawah ini:

Laptop terbaik untuk menjalankan Windows versi Saluto (April 2013)