GALAXY.NET | Wireless Internet Service Provider

EXSPEED COMPUTER

M. NURUL MUTTAQIN

MANFAAT MOTOR

Senin, 08 Juli 2013

Posted by M.NURUL_MUTTAQIN On 00.09.00
KakaoTalk
 KakaoTalk, aplikasi pesan instan asal Korea Selatan, mengatakan bahwa mereka telah memiliki lebih dari 100 juta pengguna. KakaoTalk menjadi salah satu aplikasi buatan Asia yang meraih prestasi tersebut.

Seperti dikutip dari The Next Web, waktu yang dibutuhkan oleh Kakao untuk mencapai 100 juta pengguna ini sebenarnya cukup panjang. Tepatnya, mereka membutuhkan waktu 3 tahun 3 bulan.
Bandingkan saja dengan aplikasi WhatsApp yang memiliki 250 juta pengguna aktif pada Juni 2013. Pihak WhatsApp butuh 4 tahun untuk prestasi gemilang tersebut.

Meskipun begitu, prestasi yang diraih oleh Kakao masih bisa dibilang gemilang karena layanan tersebut sebenarnya lebih banyak digunakan di Korea. Populasi negara tersebut pun hanya 50 juta jiwa saja. Kakao mengklaim 90 persen dari penggunanya memang berasal dari pengguna lokal.

Ingin terus meraih pengguna dari luar Korea, Kakao telah mengadakan berbagai kerja sama dengan perusahaan global. Salah satunya adalah dengan Evernote, di mana pengguna dapat menyimpan pesan dan momen melalui layanan note tersebut.

Setiap harinya ada 5,2 miliar pesan teks yang dikirimkan setiap harinya. Angka tersebut terbilang cukup impresif, walaupun masih kalah jauh dari WhatsApp dengan 27 miliar pesan teks per hari.

Para pesaing KakaoTalk dari ranah Asia terdiri dari WeChat asal China, Line dari Jepang, dan Nimbuzz dari India. Ketiganya diketahui memiliki basis pengguna sebanyak 300 juta (WeChat), 150 juta (Line), dan 150 juta (Nimbuzz).
Posted by M.NURUL_MUTTAQIN On 00.08.00

Logo Windows 8.
Jumlah aplikasi Windows 8 yang terdapat di toko digital Windows Store telah meningkat drastis. Kini, jumlahnya telah menyentuh angka 100.000 aplikasi, yang siap diunduh oleh pengguna Windows 8.

Prestasi tersebut diungkapkan oleh Microsoft melalui akun Twitter resminya. "Terima kasih untuk acara Build yang luar biasa! Baru saja telah terlampaui 100.000 aplikasi di Windows Store," tulis Microsoft.

Pencapaian ini terhitung cukup cepat mengingat Windows 8 baru saja diluncurkan sekitar 7 bulan lalu, tepatnya pada Oktober 2012. 

Sebagai perbandingan, seperti dikutip dari Cnet, Rabu (3/7/2013), Google membutuhkan waktu 2 tahun untuk mendapatkan 100.000 aplikasi di Android Market. Sedangkan Apple membutuhkan satu tahun setengah untuk mendapatkan aplikasi sebanyak itu untuk iPad.

Jika dibandingkan dengan awal kemunculannya, jumlah aplikasi yang tersedia untuk Windows 8 memang terlihat meningkat sangat tajam. Awalnya, hanya ada 21.580 aplikasi. Sedangkan di bulan Maret 2013, aplikasi ini sudah menyentuh angka 50.304 aplikasi dan 70.000 aplikasi di Mei 2013.

Dengan semakin kayanya Windows Store dan mulai bergabungnya Facebook, akankah developer besar mulai tertarik untuk membuat aplikasi khusus untuk Windows 8 dan juga Windows Phone 8
Posted by M.NURUL_MUTTAQIN On 00.07.00
 Perusahaan keamanan jaringan Symantec berhasil menemukan sebuah kejanggalan dari aplikasi Facebook khusus untuk Android. Dalam laporan terbarunya, Symantec mengklaim, aplikasi tersebut dapat "menarik" nomor ponsel pengguna tanpa izin. 

"Mobile Insight secara otomatis menandai (flagged) aplikasi Facebook untuk Android karena menarik nomor telepon perangkat tersebut," tulis Symantec, seperti dikutip dari VR-Zone, Jumat (5/7/2013).

Parahnya lagi, sistem akan secara otomatis menarik data nomor telepon pengguna bahkan sebelum ia log in atau memasukkan nomor telepon ke dalam aplikasi ini.

Saat pertama kali Anda menjalankan aplikasi ini, bahkan sebelum log in, nomor telepon Anda akan dikirimkan melalui internet ke server Facebook," lanjut Symantec.

Pihak Facebook mengaku baru mengetahui adanya masalah ini. Perusahaan yang dipimpin oleh Mark Zuckerberg ini mengklaim telah mengambil langkah dengan menghapus semua nomor telepon yang ditarik dari server mereka. Namun, belum diketahui apa yang akan diperbuat Facebook untuk menutup celah keamanan tersebut.

Symantec membeberkan, masih banyak aplikasi lain, selain Facebook, yang memiliki kemampuan untuk menarik data tanpa izin pengguna. Namun, Facebook begitu disorot karena merupakan aplikasi yang banyak dipakai.
Posted by M.NURUL_MUTTAQIN On 00.04.00
Sistem komunikasi kabel laut (SKKL) merupakan infrastruktur strategis. Sekali kabel itu bermasalah atau putus, akan menggangu jaringan komunikasi, terutama internet.

Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo, Gatot S. Dewa Broto mencatat, saat ini terdapat 25.000 km kabel laut untuk telekomunikasi di Indonesia. Jumlah ini akan terus bertambah seiring kebutuhan komunikasi data (internet). Namun demikian, sejumlah persoalan acap kali terjadi akhir-akhir ini.

Menurut Gatot, salah satu masalah yang disadari sepenuhnya, adalah SKKL Indonesia sangat tergantung via Singapura. Idealnya, SKKL harus terkoneksi juga via wilayah lain, misalnya via Guam dan Darwin.

Selain itu, sering terjadi pencurian dan pemotongan kabel. Pada 2013, tercatat ada 13 pencurian dan pemotongan kabel dari wilayah Tanjung Priok, Bangka Belitung, hingga Kepulauan Riau.

“Ini belum terhitung di tahun-tahun sebelumnya. Di sejumlah wilayah lain juga pernah, tetapi tidak sesering di wilayah tersebut. Pada umumnya kegiatan kriminalitas mereka terorganisir,” jelas Gatot.

Masalah lain, adalah perbaikan kabel laut yang rusak. Nah, perbaikan ini harus menggunakan kapal milik asing karena belum ada kapal domestik yang memiliki kemampuan serupa. Ini belum terhitung dengan kebutuhan teknisi yang bersertifikasi khusus untuk menjamin adanya perbaikan di dasar laut.

“Persoalannya, untuk mengoperaikan kapal berbendera asing secara total dibutuhkan proses perizinan hingga 52 hari dari instansi terkait di Indonesia,” tambah Gatot.

Di luar itu, Mabes Polri merekomendasikan agar para penyelenggara telekomunikasi tidak hanya menuntut aparat penegak hukum untuk bertindak, tetapi juga harus melakukan sosialisasi dan edukasi serta program CSR bagi masyarakat sekitarnya.

Banyak kejadian

Untuk mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut, Kementerian Kominfo memetakan beberapa penyelesaian.

Pertama, perlu ada pemetaan secara jelas keberadaan kabel-kabel laut serta mengidentifikasi pemiliknya. Karena faktanya, Kepolisian kadang kesulitan dengan identitas infrastruktur yang ada. Di sisi lain, proses hukum harus tetap berjalan namun dengan keterbatasan informasi dari pihak penyelenggara telekomunikasi.

Kedua, para penyelenggara telekomunikasi dipersilakan meminta izin memakai kapal laut asing untuk perbaikan. Sebab, jika terlalu lama dibiarkan, bisa berdampak pada kualitas layanan telekomunikasi mengingat jalur di sekitar Kepulauan Riau dan Kepulauan Bangka Belitung tersebut sangatlah strategis, di mana backbone serat optik internasional yang dari dan ke Indonesia via Singapura sepenuhnya berada di kawasan tersebut.

Ketiga, semua pihak sepakat untuk menyusun action plan untuk jangka pendek dan panjang.

Keempat, semua pihak sepakat untuk melakukan sosialisasi intensif, terutama harus dilakukan oleh para penyelenggara telekomunikasi dan difasilitasi oleh Kementerian Kominfo.

Kelima, semua pihak sepakat untuk mem-blow up setiap permasalahan terutama yang tingkat kriminalisasinya tinggi, karena jika dibiarkan selain melakukan tindakan pembiaran, juga tidak memberikan efek jera.

Keenam, kepolisian berkomitmen memproses setiap kasus yang ditangani sejauh dokumen dan pembuktiannya cukup kuat.

Perlu diketahui, dalam kurun waktu yang terbilang pendek di awal 2013, terjadi 13 kali kejadian putusnya kabel laut di perairan Bangka Belitung dan Kepulauan Riau.

Kejadian yang terakhir pada Juni 2013 dan telah diproses oleh Kepolisian berupa barang bukti: 418 ton kabel baja, 5 unit kapal kayu, 12 unit KBM truck, 1 unit escavator, 4 buah kompresor, 4 buku nota penerimaan, beberapa perangkat selam, 2 unit mesin robin, 8 buah HP, selang 50 meter dan 4 unit gerenda duduk.