Kamis, 02 Mei 2013

Posted by M.NURUL_MUTTAQIN On 05.28.00

Ponsel BlackBerry Q10 dengan desain papan ketik fisik diklaim mendapat sambutan baik saat mulai dipasarkan di Inggris. Meski tidak melakukan promosi besar-besaran, BlackBerry Q10 bisa laris manis di Inggris.

CEO BlackBerry Thorsten Heins, percaya bahwa penjualan Q10 akan mencapai jumlah puluhan juta. "Kami sangat percaya akan ada pertanda baik setelah peluncuran Q10 di Inggris. Kami berharap puluhan juta unit bisa terjual," kata Heins dalam wawancara dengan Bloomberg TV, Selasa (30/4/2013).

Toko retail Selfridges asal Inggris berhasil menjual ribuan BlackBerry Q10 dalam beberapa jam. Di sebuah pernyataan kepada The Guardian, Selfridges mengatakan Q10 termasuk produk elektronik dengan penjualan tercepat di toko yang berada di Birmingham dan Manchester.

"Stok BlackBerry Q10 di Selfridges terjual habis di toko-toko dalam waktu dua jam. Stok BlackBerry terus-menerus dikirim untuk memenuhi permintaan," ujar juru bicara Selfridges.

Begitu juga dengan peretail Carphone Warehouse yang menjual puluhan BlackBerry Q10 untuk pembeli dari perusahaan dan calon eksportir. Namun, semua mitra peretail BlackBerry Q10 enggan mengungkap angka pasti penjualan di toko mereka.

Setelah Inggris, BlackBerry Q10 akan masuk pasar Amerika Serikat pada akhir Mei 2013, melalui empat operator seluler besar dengan sistem kontral.

Di Negeri Paman Sam, BlackBerry Q10 dijual lebih mahal dari iPhone 5. BlackBerry sengaja memasang banderol mahal untuk Q10 karena produk ini mengincar segmen pasar kelas pebisnis yang rela mengeluarkan uang banyak demi ponsel.
Posted by M.NURUL_MUTTAQIN On 05.27.00

Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) meluncurkan domain tingkat dua (DTD) baru "desa.id" pada 1 Mei 2013. Domain ini akan digunakan oleh entitas desa yang selama ini belum memiliki domain internet sendiri.

Ketua Umum Pandi, Andi Budimansyah, mengatakan, domain desa.id merupakan usulan murni dari masyarakat yang diajukan kepada Pandi. "Kami mendorong sepenuhnya keterlibatan publik dalam pengambilan kebijakan pengelolaan domain .id," ujar Andi dalam siaran pers yang diterimaKompasTekno.

Domain desa.id diusulkan oleh Relawan Pemberdayaan Desa Nusantara (RPDN) dan Gerakan Desa Membangun (GDM). Usulan ini diajukan karena desa sebagai satuan pemerintahan terkecil tidak dapat menggunakan domain go.id. "Menurut peraturan menteri yang berlaku sekarang, domain go.id hanya dapat digunakan hingga level kabupaten atau kota," jelas Andi.

Bayu Setyo Nugroho, Kepala Desa Dermaji, Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menyambut peluncuran domain desa.id. Bayu adalah aktvis GDM yang memaparkan usulan domain desa.id pada diskusi umum terbuka Pandi 12 Februari 2013 lalu. "Saya berharap dirilisnya desa.id  akan mendorong penguatan desa sebagai sebuah komunitas," ujarnya.

Sebelum merilis domain desa.id, Pandi melakukan tahapan praregistrasi pada 15 sampai 27 April 2013. Praregistrasi menjamin semua desa memiliki kesempatan yang sama untuk mendaftarkan sebuah nama domain sebelum diberlakukan prinsip pendaftar pertama atau yang biasa disebut sebagai first come first serve.

Pada masa praregistrasi, tercatat 32 desa dari seluruh Indonesia melakukan pendaftaran. Provinsi yang paling banyak melakukan pendaftaran adalah Jawa Tengah, diikuti Jawa Barat, Riau, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Jambi.

Sejak 1 Mei 2013, domain desa.id dapat didaftarkan oleh kepala desa atau sekretaris desa yang bersangkutan. Domain desa.id diharapkan mampu mendukung pengembangan konten internet Indonesia dari wilayah perdesaan. "Ini sejalan dengan program pemerintah untuk mengembangkan internet ke wilayah perdesaan. Kami berharap akan muncul konten-konten khas yang berbeda dengan konten saat ini yang didominasi perkotaan," tutup Andi. 
Posted by M.NURUL_MUTTAQIN On 05.27.00

Versi berikutnya dari Android masih belum diketahui pasti. Apakah akan mengusung nomor versi 5.x? Bagaimana dengan nama "panggilan"-nya?

Sedikit petunjuk datang dari server log situs Android PoliceLog tersebut "menangkap" perangkat yang menjalankan Android versi "4.3" dengan build number JWR23B. 

Huruf pertama kode build sama dengan nama panggilan sebuah sistem operasi Android nantinya. Jadi, "Android 4.3" kemungkinan besar bakal mempertahankan nama "Jelly Bean" seperti dua pendahulunya. Bukan "Key Lime Pie" yang banyak dirumorkan sebelumnya.

Setelah ditelusuri, diketahui bahwa alamat IP perangkat "Android 4.3" tersebut berasal dari kantor Google. Jenis perangkat yang dipakai adalah Nexus 4 dan Nexus 7.

Mengingat Google I/O akan berlangsung dua minggu lagi pada 15-17 Mei mendatang di San Francisco, besar kemungkinan sistem operasi "Android 4.3 Jelly Bean" ini akan diperkenalkan di konferensi tersebut.

Awalan angka versi yang sama (4) agaknya menunjukkan bahwa Android 4.3 hanya akan mengusung sejumlah peningkatan kecil, bukan revisi utama yang sedianya bakal diterapkan di versi 5 (Key Lime Pie).

Rilis Android versi 5 "Key Lime Pie" sendiri sebelumnya dirumorkan bakal tertunda karena Google ingin memberikan waktu untuk upgrade bagi para produsen perangkat dan developer Android.

Posted by M.NURUL_MUTTAQIN On 05.26.00

Hadirnya berbagai jenis teknologi baru dalam beberapa tahun belakangan ini memang cukup mendapat sambutan baik dari masyarakat. Adopsi teknologi yang tinggi, serta produktivitas dan mobilitas masyarakat yang meningkat membuat banyak orang mulai beralih ke berbagai perangkat teknologi baru seperti tablet dan smartphone. Hal ini juga didukung oleh sebuah riset yang menunjukan adanya perubahan tren secara drastis, dimana di tahun 2013 ini permintaan konsumer akan tablet bersaing ketat dengan permintaan konsumer atas komputer notebook. 
 
Di era digital ini memang tidak dapat dipungkiri lagi bahwa teknologi memiliki peran penting dalam kesehariaan kita. Terutama di dalam dunia profesional dimana jadwal pekerjaan dan aktivitas yang padat menuntut kita untuk selalu terhubung dimana pun kapan pun, kita tentunya membutuhkan perangkat teknologi multifungsi dengan sistem operasi canggih yang dapat diandalkan setiap waktu. Melihat adanya kebutuhan tersebut, Microsoft kini mendekatkan dirinya dengan konsumen melalui diresmikannya Windows Corner di 11 GraPARI Telkomsel dan 13 Erafone Stores seluruh Indonesia. 
 
Di Windows Corner, konsumen dapat bereksperimen serta mengenal lebih jauh mengenai Windows 8 dalam bentuk tablet dan smartphone. Beberapa merek terkemuka yang menggunakan sistem operasi Windows 8 dapat ditemui di Windows Corner seperti ACER, ASUS dan SAMSUNG untuk tablet, serta untuk smartphone yanng diusung oleh NOKIA, HTC dan SAMSUNG WINDOWS PHONE 8. 
 
Teknologi Windows 8 dan Windows Phone 8 ini menjawab permintaan masyarakat akan produktivitas dan mobilitas, baik dalam menjalankan pekerjaan, mengakses hiburan ataupun browsing secara praktis dan efisien. Hal ini dikarenakan adanya integrasi teknologi dalam Windows 8, yang didukung dengan tersedianya konektivitas 3G yang semakin memudahkan para penggunanya untuk terhubung dengan cloud [SkyDrive].
 
Microsoft menawarkan variasi teknologi Windows 8 di media Tablet antara lain adalah : Windows 8  Tablet (Windows 8 Pro) Intel Core 32 & 64-bit , Windows 8 Tablet Intel Atom 32-bit dan Windows RT/ARM processor. Variasi teknologi ini untuk memudahkan consumer memilih perangkat kerja yang sesuai kebutuhan misalnya untuk keperluan di kantor adalah laptop tradisional/PC. Kasus lain dikarenakan tingkat mobilitas yang tinggi maka consumer membutuhkan Windows Tablet RT/ARM prosesor. Ada juga yang membutuhkan ke-duanya baik laptop tradisional/PC  di  kantor dan Windows RT untuk kebutuhan mobilitas.
 
Windows RT/ARM prosesor memiliki keunggulan dimensi tablet yang tipis & ringan dilengkapi dengan baterei yang tahan lama. Windows RT/ARM ini juga sudah dilengkapi dengan Office Home & Student 2013 seperti Word, Excel, PowerPoint dan OneNote). Tablet ini juga memiliki kemampuan untuk terkoneksi terus dengan aplikasi di Windows Store sehingga consumer selalu mendapatkan informasi terbaru walaupun perangkat ini dalam keadaan mati. Koneksi yang terus menerus ini dilengkapi teknologi yang handal sehingga tidak memboroskan baterei.
 
Merujuk kepada pengalaman secara worldwide, Rooms To Go sebuah perusahaan yang bergerak dibidang retail untuk furniture memutuskan untuk menggunakan Windows RT/ARM bagi tenaga penjualnya. Para tenaga penjual Room To Go, membutuhkan sebuah perangkat yang tipis & ringan untuk dibawa sepanjang hari oleh mereka untuk melakukan presentasi maupun membantu pelanggan mengambil keputusan penting.  Perangkat-perangkat yang menggunakan Windows RT/ARM antara lain : ASUS Vivo Tab RT, Dell XPS 10, Lenovo IdeaPad Yoga 11, Microsoft Surface dengan RT/ARM, Samsung ATIV Tab.
 
Perangat Windows RT yang salah satu produsennya adalah ASUS Vivo Tab RT juga hadir di Windows Corner. Windows RT tersebut sudah dilengkapi dengan Office Home & Student 2013 untuk mendukung produktivitas dan mobilitas masyarakat, terutama dalam hal pekerjaan. Bagi Anda yang ingin tahu lebih lanjut mengenai Windows 8, silakan kunjungi Windows Corner terdekat