Kamis, 02 Mei 2013

Posted by M.NURUL_MUTTAQIN On 05.25.00

Dua minggu menjelang ajang Google I/O 15 Mei mendatang, beredar kabar bahwa raksasa internet tersebut akan turut memperkenalkan sebuah perangkat tablet berukuran 11 inci pada konferensi tersebut. Namanya, seperti yang sudah bisa ditebak, adalah Nexus 11.

Google disebut bekerjasama dengan Samsung dalam memproduksi Nexus 11. Produsen elektronik asal Korea itu sebelumnya sudah pernah menangani smartphone Galaxy Nexus dan tablet Galaxy Nexus 10 yang baru dirilis beberapa waktu lalu.

Spesifikasi hardware Nexus 11, sebagaimana dikutip dari GigaOM, disinyalir turut mencakup prosesor 8-core (4+4) Exynos 5410 seperti yang digunakan Samsung pada Galaxy S4.

Prosesor yang menganut konsep big.LITTLE dari ARM ini memiliki delapan buah core yang terdiri dari empat core A15 yang berkinerja tinggi dan empat core A7 yang akan mengambil alih tugas pemrosesan ringan untuk menghemat baterai.

Layar 11 inci pada Nexus 11 disebut memiliki tipe display Super PLS TFT dengan resolusi setidaknya 1920x1080, kalau bukan 2560x1600 seperti pada Nexus 10. Sepasang kamera 8 dan 2 megapixel bakal turut melengkapi tablet ini.

Terakhir, mungkin yang paling menarik, Nexus 11 kabarnya bakal turut dilengkapi slot micro-SD untuk ekspansi storage. 

Samsung diprediksi juga menyiapkan tablet 11 inci lain dengan spesifikasi yang lebih rendah, kemungkinan bernama Galaxy Tab 11 dengan prosesor Exynos 5250 untuk menekan harga.
Posted by M.NURUL_MUTTAQIN On 05.25.00

Popularitas perangkat tablet memang sedang tinggi-tingginya saat ini. Di kuartal pertama tahun 2013, menurut firma Strategy Analytics, jumlah perangkat tablet yang dikapalkan mencapai 40,6 juta unit.

Nilai tersebut meningkat sangat drastis dibandingkan dengan kuartal yang sama pada tahun sebelumnya (year-on-year). Kala itu, perangkat tablet yang terjual secara global hanya menyentuh angka 18,7 juta unit.

Dari data tersebut, terlihat perangkat tablet memang semakin menarik perhatian para konsumen. Namun, data tersebut tampaknya tidak dianggap "seksi" oleh CEO BlackBerry Thorsten Heins.

Pada konferensi Milken Institute di Los Angeles, Heins secara tegas menyatakan bahwa produk tablet merupakan bisnis model yang tidak terlalu baik. Ia pun sudah bisa memprediksi kapan produk tablet akan kehilangan penggemarnya.

"Dalam 5 tahun, saya tidak berpikir ada alasan untuk memiliki tablet lagi," kata Heins, seperti dikutip dari Bloomberg, Rabu (1/5/2013).

"Mungkin perangkat dengan layar besar di tempat kerja Anda, tetapi bukan sejenis tablet. Tablet sendiri merupakan bisnis model yang tidak baik," lanjut Heins.

BlackBerry sendiri sebenarnya pernah memiliki perangkat tablet. Sayangnya, produk yang memiliki nama PlayBook ini kurang mendapatkan perhatian di pasaran. Tidak tersedianya aplikasi e-mailsecara native merupakan salah satu alasan utama mengapa produk tablet ini gagal di pasaran. Produk tersebut hanya laku 150.000 unit pada kuartal 3 tahun 2012.

BlackBerry sebenarnya sudah memiliki rencana untuk meluncurkan perangkat tablet baru. Pada bulan Januari lalu, BlackBerry menegaskan akan meluncurkan perangkat tablet berbasis BlackBerry 10. 

"RIM (nama perusahaan BlackBerry sebelumnya) menegaskan bahwa BlackBerry 10, platform komputasi mobile terbaru yang akan memperkuat smartphone dan tablet generasi berikutnya, akan tampil dalam sebuah iklan selama Super Bowl XLVII," tulis BlackBerry kala itu.

Dengan adanya pernyataan dari Heins tersebut, apakah BlackBerry akan meluncurkan perangkat tablet baru di masa yang akan datang? Mari tunggu saja.
Posted by M.NURUL_MUTTAQIN On 05.24.00

Sudah bukan rahasia lagi bahwa Apple dan Samsung adalah dua rival berat di industri mobile yang bersaing keras, baik di pasaran maupun di dalam ruang pengadilan.

Persaingan ini pun kerap melebar ke kalangan penggunanya yang terbagi ke dalam dua ekosistem mobile terbesar: iOS dan Android.

Nah, rupanya Nokia selaku pemilik seri smartphone Lumia merasa tertarik membuat parodi dengan mengangkat tema persaingan dua raksasa gadget tersebut untuk iklan terbarunya, yang mengambilsetting di sebuah upacara pernikahan.

Dikisahkan seorang pengguna iPhone yang ingin mengambil foto pengantin merasa terhalang oleh pengguna perangkat Samsung Galaxy yang layarnya "terlalu lebar". Perselisihan antara kedua pengguna tersebut berlanjut. Tawuran pun tak terhindarkan. Yang terjadi berikutnya bisa dilihat pada video di bawah ini.

Sistem operasi Windows Phone yang dipakai oleh Nokia Lumia menduduki peringkat keempat dalam hal pangsa pasar smartphone global, menurut data kuartal 4 2012 dari IDC

Digabungkan dengan platform Windows Mobile, Windows Phone memiliki market share 2,6 persen. Meskipun masih jauh di bawah penguasaan pasar Android dan Apple yang mencapai lebih dari 90 persen, pangsa platform Windows tersebut mengalami pertumbuhan 150 persen dibanding kuartal yang sama di tahun sebelumnya.

Pencapaian itu, menurut IDC, antara lain dimungkinkan oleh komitmen Nokia yang menyumbang 76 persen dari seluruh smartphone Windows Phone/ Windows Mobile yang dikapalkan pada periode tersebut.
Posted by M.NURUL_MUTTAQIN On 05.23.00


Performa dari smartphone teranyar Samsung, Galaxy S4, bisa dikatakan jauh melebihi smartphone milik Apple, iPhone 5. Ini berdasarkan aplikasi benchmark Geekbench 2, Samsung Galaxy S4 berhasil unggul jauh dari iPhone 5 dengan skor 3.163.

Adapun nilai yang didapatkan oleh iPhone 5 di pengujian ini hanya ada di angka 1.596.

Dari hasil benchmark tersebut, terlihat Galaxy S4 memang mampu mengungguli iPhone 5 dari segi perfoma. Namun, berdasarkan sebuah tes jatuh (drop test) yang dilakukan oleh situs TechSmartt, diketahui bahwa iPhone 5 lebih tangguh dibandingkan Samsung Galaxy S4.

Tes jatuh tersebut dilakukan beberapa kali dari ketinggian yang berbeda. Untuk tes ini, situs tersebut menggunakan tiga buah kamera sekaligus, yaitu kamera yang diarahkan ke si penguji, sebuah kamera GoPro yang ditaruh di aspal, dan kamera masing-masing perangkat.

Sekadar informasi, kedua perangkat tersebut masih sama-sama dalam keadaan baru.

Pengujian pertama dilakukan dari ketinggian sekitar saku celana orang dewasa. Pengujian dari ketinggian ini seperti ingin memperlihatkan, bagaimana jika perangkat terjatuh apabila dikeluarkan dari saku celana. 

Hasilnya, kedua perangkat tersebut tidak mengalami kerusakan apa pun, keduanya masih bisa bekerja dengan baik. Tidak terlihat ada goresan yang terlalu berarti di bagian body Galaxy S4. Sedangkan di iPhone 5, terlihat cat casing sedikit terkelupas.

Pengujian kedua dilakukan dari ketinggian sekitar dada. Ini merepresentasikan kegiatan pengguna saat sedang mengetik SMS atau sedang chatting. Pengujian kedua ini pun tidak mengakibatkan kerusakan yang berarti bagi kedua perangkat.

Nah, baru di pengujian ketiga, tes jatuh ini berdampak besar bagi salah satu dari perangkat ini. Dijatuhkan dari ketinggian sekitar 7 kaki atau sekitar 2 meter, bagian bawah layar Samsung Galaxy S4 mengalami keretakan yang cukup parah. Sedangkan untuk iPhone 5, hanya terjadi sedikit "luka" di bagian casing. Layar perangkat tersebut tetap mulus.

Hebatnya, kedua perangkat ini masih dapat bekerja dengan baik.

Ingin lebih ekstrim lagi, si penguji membawa kedua perangkat tersebut ke ketinggian 10 kaki atau setinggi lantai 1 sebuah bangunan.

Pada pengujian kali ini, Samsung Galaxy S4 gagal menunjukkan kekekuatannya. Perangkat ini retak di bagian atas layar. Hal tersebut diperparah dengan berhenti beroperasinya atau matinya perangkat tersebut.

Bagaimana dengan iPhone 5? Tidak terjadi kerusakan yang berarti, hanya ada sedikit retak di bagian bawah layar dan bagian belakang perangkat.

Tidak puas dengan kondisi tersebut, si penguji kembali melempar iPhone 5 dari posisi yang sama. Hasilnya, iPhone 5 tetap mampu bertahan dengan baik.

Sebagai tahap pengujian terakhir, penguji menggilas produk ini dengan menggunakan sebuah mobil sedan. Hasilnya? Walaupun tidak didesain untuk kejadian ekstrim, perangkat iPhone 5 mampu menunjukkan ketangguhannya. Bagian layar iPhone 5 terlihat tetap mulus dan perangkat tersebut mampu bekerja dengan baik. 
Dari hasil tes, terlihat iPhone 5 memang lebih tangguh dibandingkan Samsung Galaxy S4. Namun, satu hal yang harus dicatat, keduanya tidak didesain untuk kondisi ekstrim, sehingga hasil dari tes tersebut akan sangat jarang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.